Nama : Hamid Anjar Kasih
Nim : 175231125
Kelas : Pbs 2 D
Penafsiran
Surat Yasin ayat 38
(Tafsir
Al Qur aan al Adiim / Ibnu Katsir)
-Sistematika penulisan
Bismillahirrahmaannirrahim
, Selaras dengan maraknya keislaman di
Indonesia yang tentu tidak terlepas dan banyak diambil dari kekayaan khazanah
turats umat islam hun terdahulu , maka tidak menutup kemungkinan akan banyak
terjadi kekeliruan dan klaim yang salah , bahkan kerap terjadi pengkultusan buta terhadap seorang
imam dengan karangannya yang telah dianggap “sempurna” , tanpa landasan
analisis ilmiah atau alasan yang kongkret .
Bertolak dari fenomena yang ada , maka PUSTAKA
AZZAM merasa terpanggil untuk menerbitkan buku-buku yang diharapkan dapat menjadi balance dan pelurus pola
pikir yang salah yang telah berkelanjutan . Dengan harapan buku ini menjadi
pegangan bagi setiap umat islam yang
senantiasa bersikap kritis dan mendudukkan setiap insan sesuai porsinya
masing-masing , tanpa sama sekali bermaksud merendahkan martabat seora ng imam , melainkan meluruskan
pemahaman yang keliru sesuai yang diharapkan .
-Kondisi kitab
Kitab ini bernama Tafsir Al Qur aan al Adiim yang ditulis
oleh Ibnu katsir , diterbitkan oleh Daar al Fikr/Toha Putra ,t.t pada tahun
2008 . Terdiri dari 654 halaman , ketebalan buku : 27 cm . Cover buku berwarna
hitam dan terdapat tulisan arab Al Qur
aan al Adiim , Kondisi kitab masih bagus , kertasnya berwarana kuning ,
tulisannya menggunakan arab Gundul ( tanpa harakat) , huruf arab dalam
penulisannya tidak terlalu kecil sehingga masih dapat untuk dibaca ,
-Isi Kitab
ASLI
TAFSIR
-Biografi Penulis
Ibnu
Katsir
Ibnu Katsir bernama lengkap Ismail bin Umar bin Katsir bin Dhau’i bin
Katsir bin Dhau’i bin Dar’i bin al-Qurasyi asy-Syafi’i al-Bushrawi ad-Dimasyqi.
Ia digelari dengan ‘Imaduddin (penopang agama). Nama kunyahnya adalah Abul
Fida’. Ia lebih dikenal dengan nama Ibnu Katsir, nisbat kepada sang kakek.
Dalam fikih, Ibnu Katsir berpegang dengan madzhab Syafi’i.
Ibnu Katsir dilahirkan di Damaskus, Syam. Tepatnya di daerah Majdal yang
terletak sebelah timur Bushra pada tahun 701 H (1301 M). Ayahnya dikenal
sebagai khatib di Majdal. Dalam usia 2 tahun Ibnu Katsir telah menjadi yatim.
Ayahnya meninggal pada tahun 703 H. Sepeninggal sang ayah tercinta, Ibnu Katsir
diasuh oleh kakak kandungnya, Kamaluddin ‘Abdul Wahab. Tahun 707 H, dengan
didampingi sang kakak, ia pindah ke Damaskus. Ketika itu ia berusia 6 tahun.
Karya-karya Ibnu
Katsir
1. Tafsir al-Qur’an
al-‘Azhim
Kitab tafsir ini disusun selama 4 tahun. Dalam menyusun kitab ini, Ibnu
Katsir merujuk lebih dari 200 referensi dalam berbagai disiplin ilmu seperti
tafsir, ilmu al-Qur’an, kitab sunnah, ilmu hadits dan penjelasannya, ilmu fikih
dan ushul fikih, ilmu sejarah, biografi, ilmu bahasa dll.
Al-Imam as-Suyuthi berkata, “Ibnu Katsir memiliki kitab tafsir yang
belum pernah ada seorangpun yang menulis dengan cara yang seperti ini.”
Al-Imam asy-Syaukani
berkata, “Beliau memiliki banyak karya tulis yang bermanfaat, diantaranya kitab
tafsir yang terkenal dalam beberapa jilid.”
2. Al-Bidayah wan-Nihayah
Kitab ini merupakan kitab ensiklopedi sejarah terbesar. Pembahasannya
dimulai dari penciptaan alam semesta, langit dan bumi, malaikat, manusia
pertama, kisah para nabi dan umat-umat terdahulu hingga nabi terakhir. Kemudian
tokoh-tokoh, dinasti (raja, khalifah, sultan) dan peristiwa-peristiwa yang
terjadi pada abad-abad yang dilalui dalam masa Islam hingga ke masa pengarang.
Kemudian diikuti dengan peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman seperti
tanda-tanda kiamat, perjalanan di alam barzakh, hari kebangkitan hingga surga
dan neraka.
Dengan bersumber pada
al-Qur’an dan Hadits, seluruh kisah-kisah ini diceritakan dengan baik oleh Ibnu
Katsir..
3. At-Takmil fi Ma’rifat
ats-Tsiqat wa adh-Dhu’afa wal Majahil
Kitab ini merupakan salah satu karya beliau dalam bidang ilmu hadits.
Kitab ini merupakan rangkuman 2 kitab dari tulisan guru beliau, al-Mizzi
(Tahdzibul Kamal fi Asma ar-Rijal) dan adz-Dzahabi (Mizanul I’tidal fi Naqdir
Rijal). Hanya saja, pada kitab ini disertai beberapa tambahan yang bermanfaat
dalam masalah jarh wa ta’dil.
Akhir
hayat Ibnu Katsir
Di akhir usianya kedua mata Ibnu Katsir mengalami
kebutaan. Diantara sebabnya, di malam hari beliau sibuk menulis kitab Jami’
al-Masanid. Ibnu Kastir wafat pada hari Kamis tanggal 26 Sya’ban tahun 774 H
(1372 M) di Damaskus. Ia dimakamkan di samping makam gurunya, Syaikhul Islam
Ibnu Taimiyah.
-Refleksi Penulisan
Setelah melakukan penulisan , menelaah kitab dan mempelajari biografi dari penulis , saya
menjadi faham bagaimana caranya mencari penafsiran sebuah kitab dari sebuah
buku tafsir kitab tersebut , meskipun
saya tidak bisa membaca Arab Gundul / huruf Arab tanpa harokat . saya juga
dapat mengetahui biografi dari penulis kitab yaitu Ibnu Katsir . Awalnya saya measa
bingung dan pusing dalam melakukan penafsiran kitab , setelah melihat bagaimana
caranya , saya menjadi faham dan faham bagaimana caranya untuk menafsirkan
kitab , tentunya dengan menggunakan terjemahan dari kitab tersebut ..