Selasa, 15 Mei 2018

Hamid anjar kasih IAIN SURAKARTA



Nama   : Hamid Anjar Kasih
Nim     : 175231125
Kelas   : Pbs 2 D
Penafsiran Surat Yasin ayat 38
(Tafsir Al Qur aan al Adiim / Ibnu Katsir)
-Sistematika penulisan
Bismillahirrahmaannirrahim , Selaras dengan  maraknya keislaman di Indonesia yang tentu tidak terlepas dan banyak diambil dari kekayaan khazanah turats umat islam hun terdahulu , maka tidak menutup kemungkinan akan banyak terjadi kekeliruan dan klaim yang salah , bahkan  kerap terjadi pengkultusan buta terhadap seorang imam dengan karangannya yang telah dianggap “sempurna” , tanpa landasan analisis ilmiah atau alasan yang kongkret .
            Bertolak dari fenomena yang ada , maka PUSTAKA AZZAM merasa terpanggil untuk menerbitkan buku-buku yang diharapkan dapat menjadi balance dan pelurus pola pikir yang salah yang telah berkelanjutan . Dengan harapan buku ini menjadi pegangan bagi setiap umat  islam yang senantiasa bersikap kritis dan mendudukkan setiap insan sesuai porsinya masing-masing , tanpa sama sekali bermaksud merendahkan martabat seora          ng imam , melainkan meluruskan pemahaman yang keliru sesuai yang diharapkan .
-Kondisi kitab
            Kitab ini bernama Tafsir Al Qur aan al Adiim yang ditulis oleh Ibnu katsir , diterbitkan oleh Daar al Fikr/Toha Putra ,t.t pada tahun 2008 . Terdiri dari 654 halaman , ketebalan buku : 27 cm . Cover buku berwarna hitam  dan terdapat tulisan arab Al Qur aan al Adiim , Kondisi kitab masih bagus , kertasnya berwarana kuning , tulisannya menggunakan arab Gundul ( tanpa harakat) , huruf arab dalam penulisannya tidak terlalu kecil sehingga masih dapat untuk dibaca ,

-Isi Kitab
ASLI
 
TAFSIR
  

-Biografi Penulis
Ibnu Katsir
Ibnu Katsir bernama lengkap Ismail bin Umar bin Katsir bin Dhau’i bin Katsir bin Dhau’i bin Dar’i bin al-Qurasyi asy-Syafi’i al-Bushrawi ad-Dimasyqi. Ia digelari dengan ‘Imaduddin (penopang agama). Nama kunyahnya adalah Abul Fida’. Ia lebih dikenal dengan nama Ibnu Katsir, nisbat kepada sang kakek. Dalam fikih, Ibnu Katsir berpegang dengan madzhab Syafi’i.
Ibnu Katsir dilahirkan di Damaskus, Syam. Tepatnya di daerah Majdal yang terletak sebelah timur Bushra pada tahun 701 H (1301 M). Ayahnya dikenal sebagai khatib di Majdal. Dalam usia 2 tahun Ibnu Katsir telah menjadi yatim. Ayahnya meninggal pada tahun 703 H. Sepeninggal sang ayah tercinta, Ibnu Katsir diasuh oleh kakak kandungnya, Kamaluddin ‘Abdul Wahab. Tahun 707 H, dengan didampingi sang kakak, ia pindah ke Damaskus. Ketika itu ia berusia 6 tahun.
Karya-karya Ibnu Katsir
1. Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim
Kitab tafsir ini disusun selama 4 tahun. Dalam menyusun kitab ini, Ibnu Katsir merujuk lebih dari 200 referensi dalam berbagai disiplin ilmu seperti tafsir, ilmu al-Qur’an, kitab sunnah, ilmu hadits dan penjelasannya, ilmu fikih dan ushul fikih, ilmu sejarah, biografi, ilmu bahasa dll.
Al-Imam as-Suyuthi berkata, “Ibnu Katsir memiliki kitab tafsir yang belum pernah ada seorangpun yang menulis dengan cara yang seperti ini.”
Al-Imam asy-Syaukani berkata, “Beliau memiliki banyak karya tulis yang bermanfaat, diantaranya kitab tafsir yang terkenal dalam beberapa jilid.”
2. Al-Bidayah wan-Nihayah
Kitab ini merupakan kitab ensiklopedi sejarah terbesar. Pembahasannya dimulai dari penciptaan alam semesta, langit dan bumi, malaikat, manusia pertama, kisah para nabi dan umat-umat terdahulu hingga nabi terakhir. Kemudian tokoh-tokoh, dinasti (raja, khalifah, sultan) dan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada abad-abad yang dilalui dalam masa Islam hingga ke masa pengarang. Kemudian diikuti dengan peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman seperti tanda-tanda kiamat, perjalanan di alam barzakh, hari kebangkitan hingga surga dan neraka.
Dengan bersumber pada al-Qur’an dan Hadits, seluruh kisah-kisah ini diceritakan dengan baik oleh Ibnu Katsir..

3. At-Takmil fi Ma’rifat ats-Tsiqat wa adh-Dhu’afa wal Majahil
Kitab ini merupakan salah satu karya beliau dalam bidang ilmu hadits. Kitab ini merupakan rangkuman 2 kitab dari tulisan guru beliau, al-Mizzi (Tahdzibul Kamal fi Asma ar-Rijal) dan adz-Dzahabi (Mizanul I’tidal fi Naqdir Rijal). Hanya saja, pada kitab ini disertai beberapa tambahan yang bermanfaat dalam masalah jarh wa ta’dil.
Akhir hayat Ibnu Katsir
Di akhir usianya kedua mata Ibnu Katsir mengalami kebutaan. Diantara sebabnya, di malam hari beliau sibuk menulis kitab Jami’ al-Masanid. Ibnu Kastir wafat pada hari Kamis tanggal 26 Sya’ban tahun 774 H (1372 M) di Damaskus. Ia dimakamkan di samping makam gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.
-Refleksi Penulisan
            Setelah melakukan penulisan , menelaah kitab dan  mempelajari biografi dari penulis , saya menjadi faham bagaimana caranya mencari penafsiran sebuah kitab dari sebuah buku tafsir kitab tersebut ,  meskipun saya tidak bisa membaca Arab Gundul / huruf Arab tanpa harokat . saya juga dapat mengetahui biografi dari penulis kitab yaitu Ibnu Katsir . Awalnya saya measa bingung dan pusing dalam melakukan penafsiran kitab , setelah melihat bagaimana caranya , saya menjadi faham  dan  faham bagaimana caranya untuk menafsirkan kitab , tentunya dengan menggunakan terjemahan dari kitab tersebut ..