Rabu, 22 November 2017

MASJID TETANGGA



NAMA           : HAMID ANJAR KASIH
KELAS          : PBS 1 D
NIM                : 175231125

MASJID TETANGGA
            Terdapat beberapa tema untuk diulas dan dijadikan narasi , tema tersebut meliputi : masjid , tokoh agama , ritual islam dan budaya islam . Diantara beberapa tema yang diberikan , saya lebih memilih tema masjid . Alasan saya memilih tema masjid karena banyak sekali masjid dikota Solo ini , namun tidak satu pun yang saya ketahui tentang sejarah maupun asal usul dan apa saja kegiatan yang dilaksanakan . Observasi masjid pertama kali saya lakukan pada hari Senin tanggal 18 september 2017 tepatnya pukul 15.30 di Masjid Agung , masjid yang terkenal dan bersejarah di kota Solo . Saya sangat berharap dapat menggali banyak sumber informasi dari masjid tersebut , namun keinginan untuk menggali informasi itu sirna setelah bertemu dengan satpam atau security yang berada disana . Saya bertanya kepada satpam tentang bagaimana cara menemukan informasi dari masjid tersebut ,  lalu satpam tersebut memberi arahan untuk bertemu takmir masjid pada hari selasa pukul 8 pagi atau bada sholat dzuhur . Satpam tersebut juga memberikan informasi bahwa sudah ada beberapa mahasiswa IAIN yang datang ke Masjid Agung , saya berasumsi bahwa kedatangan beberapa mahasiswa itu juga untuk menggali informasi dan mengangkat masjid tersebut sebagai pilihan tema observasi mereka . Setelah mengetahui hal tersebut , kemudian saya mencoba mencari masjid lain untuk dijadikan tema . Bada sholat isya , saya mendatangi 3 masjid untuk berkencan dengan takmir atau pengurus masjid . Ketiga masjid tersebut saya pilih karena tempatnya tidak jauh dari rumah dan saya sebut dengan Masjid Tetangga . Masjid pertama yang saya datangi yaitu masjid Al Hikmah , yang kedua yaitu masjid Al Hidayah dan yang ketiga adalah masjid Muslimin . Dengan mendatangi 3 masjid , saya melakukan 3 kencan dengan 3 waktu yang berbeda . Kencan pertama yaitu bada sholat dzuhur , kencan kedua bada sholat maghrib dan kencan ketiga bada sholat ashar .

Berlanjut pada hari Selasa tanggal 19 september 2017 kemudian saya mendatangi masjid pertama yaitu masjid Al Hikmah untuk melakukan observasi , bada sholat dzuhur saya menemui ketua takmir masjid tersebut . Bukan informasi yang saya peroleh melainkan jawaban bahwa sudah ada salah seorang mahasiswa yang sudah melakukan observasi di masjid itu , Saya diminta untuk meminta rekaman wawancara kepada salah seorang mahasiswa tersebut namun saya tidak melakukan hal tersebut . Bada sholat ashar saya melanjutkan observasi kedua di masjid Muslimin , saya sudah melakukan wawancara dengan takmir masjid tersebut . Observasi ketiga saya mengunjungi masjid Al Hidayah untuk melaksanakan sholat maghrib sekaligus menepati janji kencan dengan pengurus masjid yang sudah dibincangkan pada hari sebelumnya . Setelah selesai sholat maghrib saya menunggu pengurus masjid , namun bukan ketua takmir yang saya temui melainkan ketua nadzir yang dapat memberikan informasi masjid . Saya melakukan wawancara dengan beliau karena ketua takmir sudah pulang ke rumah . Sesudah menyelesaikan wawancara dengan ketua Nadzir , saya diberi informasi untuk menggali lebih dalam tentang masjid yang lebih bersejarah yaitu masjid Jamsaren yang berada dekat dengan Kecamatan Serengan . Mendengar info tersebut , kemudian saya tertarik dan mendatangi masjid Jamsaren untuk melakukan wawancara dengan pengurus masjid . Wawancara di masjid Jamsaren sudah saya lakukan namun saya mendapat info bahwa sudah ada beberapa mahasisiwi yang mengangkat tema masjid Jamsaren sebagai narasi mereka . Setelah mendengar informasi tersebut , saya menjadi ragu untuk mengangkat masjid Jamsaren menjadi tema pilihan . Sudah 5 masjid yang saya kunjungi untuk observasi namun hanya 3 informasi yang didapat , dari 3 informasi masjid saya lebih tertarik dengan masjid Al Hidayah karena banyak hal yang dapat saya pelajari dari masjid tersebut .
Masjid Al-Hidayah terletak di Jl.Honggowongso Kratonan , Serengan , Kota Surakarta . Masjid ini berada didepan Tk.Kartini 2 , dan dekat dengan Kelurahan serta Sekolah dasar . Masjid Al Hidayah dibangun pada tahun 1973 , diatas tanah yang dimiliki oleh Bp. H.Ahmad Sahlan . Sebelum menjadi masjid , dulu Mushola ini dibangun dengan ukuran yang kecil . Karena tanah di mushola ini sangat rendah , sehingga dikenal dengan nama kampung Ledokan . Awal dibangunnya mushola ini yaitu dengan  menguruk atau menambah tanah agar permukaannya tidak rendah lagi , diuruk oleh Bp. H.Ahmad Sahlan agar bisa dibangun menjadi mushola yang berukuran sekitar 5x5 meter . Penduduk kampung disekitar mushola tersebut dulu terkenal dengan penduduk kampung yang suka mabuk-mabukan , berjudi dan perbuatan yang dilarang oleh islam . Oleh beliau Bp. H. Ahmad Sahlan dibangun Mushola Al Hidayah ini sehingga masyarakat sekitar masjid bisa melaksanakan sholat dan kegiatan ibadah di mushola ini . Awalnya hanya ada 5 orang saja yang sholat di mushola ini , setelah beberapa lama jamaah masjid ini menjadi banyak . Pada tahun 1996 masjid ini berkembang menjadi lebih baik dan tidak cukup lagi untuk menampung jamaah . Karena tidak dapat  menampung jamaah lagi , maka pada tahun 1997 dilakukan pembangunan ulang dengan menambah bangunan masjid menjadi 2 lantai . Dengan dilakukan pembangunan ulang maka ukuran masjid ini bertambah yang sebelumya hanya berukuran 5x5 kemudian menjadi 10,5x10,5 meter dengan memiliki 2 lantai , sehingga dapat menampung lebih banyak lagi jamaah .
Meskipun lebih besar dari sebelumnya dan sudah dilakukan pembangunan ulang , namun masih juga belum bisa menampumg jamaah masjid yang semakin bertambah . Untuk  itu kembali dibangun halaman depan masjid agar bisa menampung jamaah masjid yang sudah tidak bisa ditampung lagi , kemudian halaman depan itu dikembangkan . Lalu ada tambahan lagi wakaf dari salah satu putra pendiri masjid ini yaitu Bp. H.Muhammad Sam’an , memwakafkan tanah seluas 100 meter dibelakang yang digunakan untuk tempat parkir . Setelah dilakukan pembangunan ulang 2 lantai dan mendapat tambahan wakaf dari salah satu anak pendiri masjid , diperkirakan masjid ini dapat menampung sekitar 400 jamaah . Wakaf masjid yang dibangun oleh Bp. H. Ahmad Sahlan dan Bp. H. Muhammad Sam’an masih belum resmi di wakafkan kepada masyarakat sekitar . pada tahun 2012 ketika ibu Ahmad Sahlan meninggal dunia , masjid tersebut secara resmi diwakafkan untuk masyarakat . Kemudian pada saat itu juga , Bp. H. Muhammad Sam’an menambahkan kira-kira 90 meter dibelakang . Sehingga total keseluruhan luas bangunan sekitar 350 meter .
Terdapat banyak kegiatan yang dilaksanakan di masjid ini , ada kegiatan yang rutin dan kegiatan yang dilaksanakan pada event-event tertentu . Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin yaitu : Yang pertama adalah Pengajian Ahad pagi yang dilaksanakan pada pukul 6 sampai dengan pukul 7 yang dihadiri sekitar 200-250 orang .
 kegiatan rutin yang kedua yaitu Pengajian yang dilaksanakan pada hari Senin waktunya yaitu bada Maghrib sampai Isya oleh Bp. Jumali Nur Ali S.Ag . Pengajian ini membahas tentang masalah tafsir , fiqih , adab dan lain-lain . Jadi pengajian ini dilaksanakan setiap hari senin ba’da maghrib sampai isya dengan berganti materi . Yang ketiga adalah Pengajian yang dilaksanakan pada hari Jum’at ba’da Maghrib sampai Isya , membahas tentang bagaimana sholat yang benar dengan mengacu pada kitab Menhaji Muslim . Para jamaah masjid Al Hidayah mempelajari kitab Menhaji muslim sebagai landasan bagaimana sholat yang benar , dengan kajian ini para jamaah diharapkan semakin bertambah ilmunya dalam hal ilmu agama . Karena ada masyarakat yang muallaf dan islam sudah lama namun masih ada yang menyimpang . Kegiatan rutin selanjutnya yaitu Tadarus Al Qur’an dilaksanakan setiap Kamis malam bada Isya sampai dengan pukul sembilan . Tadarus ini dilakukan dengan berkelompok , setiap kelompok mendapat bagian 1 juz . Tadarus ini dilaksanakan dengan pembagian kelompok yang terdiri dari kelompok putra , putri , anak-anak putra dan anak-anak putri . Seperti hal nya tadarus seperti biasa , untuk itu dilakukan dengan metode menyimak atau mendengarkan orang yang sedang membaca . Apabila terdapat kesalahan dalam membaca , maka dilakukan pembenaran bacaan oleh orang yang sudah pandai membaca Al Qur’an dari setiap kelompoknya .
            Kegiatan yang rutin sesuai event yaitu sholat Jum’at , kegiatan hari raya idul fitri , kegiatan idul adha , pengajian maulid nabi , nuzulul Qur’an dan lain-lain . Ada 14 item kegiatan yang diagendakan dan dilaksanakan dalam bulan Romadhon , kegiatan tersebut meliputi : Kuliah bada Subuh , Khataman Al Qur’an , Buka bersama , tadarus setiap malam , takbiran sampai dengan aholat Iedul fitri . Sedangkan dalam event Iedul Adha , masjid Al Hidayah juga melayani masyarakat islam sekitar masjid yang ingin melaksanakan penyambelihan hewan Qurban . Beberapa tahun terakhir , masjid ini dapat menyembelih 5 ekor sapi dan kurang lebih 10-15 ekor kambing . Kemudian daging hewan penyembelihan tersebut dibagikan ke 8-10 Rt yang berada disekitar masjid . Sudah beberapa tahun terakhir masjid ini dapat menyembelih 5 ataupun 6 ekor sapi namun yang paling sering yaitu menyembelih 5 ekor sapi .

Masyarakat Islam dikampung sekitar masjid Al Hidayah dihitung kira-kira relatif lebih banyak yang mampu dari pada yang tidak mampu . Namun semua itu tergantung kesadaran diri dari masing-masing tentang apakah dia bisa berqurban atau tidak dan mau apa tidaknya tergantung masyarakatnya .
            Selain Pengajian dan kegiatan yang dilaksanakan setiap ada event  , di masjid ini juga ada kegiatan TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) . Jumlah Siswa TPA tercatat sekitar 50-60 anak , kegiatan TPA rutin dilaksanakan setiap sore mulai dari hari senin sampai dengan hari Jum’at , pada hari Sabtu dan Minggu TPA diliburkan . Kegiatan TPA ini sudah ada sejak masjid ini belum dibangun ulang , semenjak dibangun mushola ini , selang beberapa lama langsung dirintislah TPA . Sudah lama TPA ini dilaksanakan sampai dengan beberapa generasi , hingga kini TPA masjid Al Hidayah masih istiqomah dan masih dilaksanakan . Semua itu tidak luput dari kerja sama dari berbagai pihak yang sangat mendukung kegiatan ini berlangsung .
            Di masjid Al Hidayah ini juga terdapat remaja masjid sebagai elemen pembantu terlaksananya setiap kegiatan yang dilaksanakan di masjid . Nama remaja masjid nya yaitu REMAHID (Remaja Masjid Al Hidayah) . Untuk jumlah remajanya tidak pasti  , karena mereka datang hanya pada event-event tertentu saja . Mereka datang pada event tertentu dikarenakan status mereka sebagai pelajar yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurusi pendidikan dari pada mengikuti kegiatan di masjid . Dulu pernah diadakan hadrah untuk mengisi kegiatan remaja masjid namun berhenti karena bosan dan kegiatan itu tidak berjalan lagi . Remaja masjid biasanya mengadakan wisata religi setiap tahunnya ke tempat bersejarah islam , namun kegiatan ini tidak nerjalan secara rutin . Tergantung ada remaja yang berinisiatif untuk menggerakkan remaja yang lain agar melaksanakan kegiatan ini atau tidak .
            Jumlah pengurus atau Takmir masjid Al Hidayah berkisar 20-25 orang dengan diketuai oleh Bp. H.Muhammad Rofi’i , sedangkan pengurus yang menjadi narasumber saya yaitu Bp. Yusuf  yang menjabat sebagai ketua Nadzir . Nadzir adalah orang yang diberi kepercayaan oleh almarhum yang mewakafkan masjid untuk meneruskan perjuangan untuk menjaga , mengurus dan memakmurkan masjid , serta melaksanakan setiap kegiatan yang telah diamanahkan oleh pewakaf  kepada ahli waris agar bisa dilaksanakan setelah pewakaf itu sudah meninggal dunia .
Nadzir di masjid Al Hidayah berjumlah 5 orang dan diketuai oleh Bp. Yusuf , Untuk itu Nadzir membentuk Takmir supaya kegiatan di masjid dapat berjalan dengan lancar dan mudah karena dilakukan secara bersama-sama . Takmir bersifat heterogen , jadi para Nadzir berupaya agar kegiatan masjid dapat berjalan dengan baik dan lancar jika dilakukan bersama–sama .
            Model bangunan masjid Al Hidayah tergolong model bangunan yang biasa saja , tidak berkiblat kemana–mana . Sejak pertama kali dirombak sejak tahun 1997 , sudah seperti ini . Menurut bapak Yusuf  jendela-jendela masjid seperti jendela masjid Amal Bakti Muslim Pancasila , sudut-sudutnya bukan bentuk atau model sudut bangunan lama . Jadi masjid ini tergolong ke dalam masjid dengan model bangunan baru , sesudah itu pada tahun 2009 ada sedikit perubahan dikubah dan ada dekorasi sedikit tulisan corak-corak tulisan arab atau kaligrafi .
            Saya melakukan observasi di masjid ini pada hari Selasa bada sholat Maghrib , pada hari sebelumnya saya datang di masjid ini bada Isya dan bertemu dengan ketua Takmir masjid . Kami melakukan kencan bahwa besok hari Selasa akan dilaksanakan wawancaranya . Setelah hari Selasa , saya tidak bertemu dengan Bp. H. Muhammad Rofi’i . Justru saya bertemu dengan narasumber lain , seorang ketua nadzir masjid Al Hidayah yaitu Bp. Yusuf . 
Banyak hal yang dapat saya pelajari dari masjid ini . Mulai dari sejarah dibangunnya masjid  , pendiri masjid , perkembangan luas pembangunan masjid ,  kampung yang terkenal dengan kampung Ledokan karena tanah nya yang rendah , kondisi masyarakat sebelum dibangun mushola , kondisi masyarakat setelah dibangun mushola hingga menjadi masjid . Kerja sama dari berbagai pihak mulai dari nadzir , takmir , remaja masjid , masyarakat sekitar masjid dan juga anak-anak sebagai generasi penerus yang akan memakmurkan masjid juga sangat diperlukan untuk mempermudah dalam pelaksanaan setiap kegiatan masjid . Kemakmuran masjid tergantung dari masyarakat sekitar yang mau ikut serta berperan dalam memakmurkan dan meramaikan masjid , kitab Menhaji Muslim yang dipelajari jamaah masjid sebagai pedoman untuk melaksanakan sholat yang baik dan benar dalam tema pengajian .
Kegiatan-kegiatan yang rutin dilaksanakan membuat masjid yang pada dasarnya berfungsi sebagai tempat ibadah menjadi benar-benar hidup dan makmur sebagai tempat berdakwah dan syiar agama islam . Sebelum melakukan wawancara , saya melaksanakan sholat maghrib di masjid Al Hidayah ini . hal yang saya rasakan saat melaksanakan ibadah disini yaitu kenyamanan , tidak merasa gerah , aroma udaranya tidak bau karena ada wangi-wangian . Demikianlah ulasan yang dapat saya sampaikan mengenai tema masjid yang saya pilih .